Belajara Cara Membaca Candlestick Forex

Candlestick pada trading forex adalah satu diantra sistem analisa teknikal untuk bisa menunjukan gambaran dari pergerakan harga. Dengan memahami candlestick, Anda bisa mendapatkan gambaran bearish dan juga bullish. Berikut adalah pembahasan belajar cara membaca candlestick forex untuk Anda para trader pemula yang belum mengetahuinya.

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah mengetahui bagaimana cara terbentuknya candlestick:

  • Seandainya terdapat cukup banyak pembeli yang ada di pasar maka harga pasar bisa bergerak dengan kondisi bullish dan juga akan berakhir di periode pasar dan bisa di tutup di atas harga pemukanya. Bentuk ini artinya adalah bullish candlestick. Sehingga kemampuan buyer akan bisa diukur daripergerakan pasar yang akan bergerak mulai dari level terendah sampai ke atas atau harga closing. Dengan kata lain, panjang candlestick akan mencerminkan suatu kondisi dominasi dari konsumen.
  • Selanjutnya, jika terdapat penjual di pasar maka harga pasar akan bisa bergerak dengan bearish dan juga di akhir periode pasar bisa di tutup di bawah harga pembuka. Kemampuan seller akan sanggup mengukur suatu pergerakan pasar yang bisa bergerak dari level tertinggi sampai paling bawah di harga closing.

Bagaimana cara melakukan identifikasi arah untuk candlestick? Berikut adalah 5 hal yang perlu Anda pahami:

  1. 1. Terjadi perang pada bullish dan bearish

Saat harga bisa menguasai kondisi pasar, maka candle akan bisa bergerak dengan arah yang sama, Misalnya saja, pembeli dapat menguasai pasar maka candle akan bergerak dengan kondisi bullish. Sepanjang tidak terjadi pertarungan dari penjual maka bentuk candle bisa mengikuti kondisi candle sebelumnya. Jika mulai banyak trader yang menyadari bawah kondisi pasar ternyata overbought maka seller bisa melawan, peristiwa ini dinamakan profit taking.

Pertarungan antara pembeli dan penjual bisa dilihari dari ekor candlestick. Saat tekanan semakin besar kemudian berpotensi membuat salah satu trader bisa menguasai pasar maka keadaan ini bisa mengubah ara trend.

2. Candlestick yang bergerak cepat

Kondisi selanjutnya adalah saat body candlestick semakin besar jika dibandingkan dengan body candlestick sebelumnya, maka hal tersebut bisa memperlihatkan kondisi pasar yang sedang antusias.

3. Candlestick yang bergerak lambat

Candlestick yang mulai bergerak lambat adalah kondisi kebalikan dari pergerakan cepat. Cukup banyak trader yang akan merasa ragu untuk melakukan open posisi. Trader akan sedikit kebingungan apakah trend pasar mengalami oversold, overbought atau kemungkinan lainnya.

4. Candlestick berbalik arah

Ketika sedang dalam kondisi overbought atau pun oversold, maka biasanya akan terdapat atau mulai muncul beberapa trader yang akan berusaha untuk mengakhiri trend atau bisa juga berniat untuk mengubah trend. Pada kondisi ini trader bisa melakukan tes terlebih dahulu, apakah pasar bisa merubah arah trend nya atau tidak. Tanda dari candlestick ini biasanya panjang menuju arah trend yang berlawanan.

5. Candlestick divergensi

Dan yang terakhirnya adalah divergensi pada candlestick yang akan berjalan ketika ada trader yang sangat ingin mendapatkan pergerakan harga naik saat mereka tahu bahwa pasar sedang dalam kondisi berbalik arah. Dalam kondisi ini indikator yang ada pada analisa teknikal akan sangat membantu. Karena pada umumnya, indikator teknikal akan bisa membantu untuk menujukan seberapa besar potensi divergensi yang bisa melakukan open posisi untuk arah berlawanan pada trend pasar.

Itulah belajar cara membaca candlestick, 5 hal diatas merupakan hal dasar yang perlu Anda pahami dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *